Kamis, 30 Maret 2017

Brokoli, Senjata Tepat Untuk Perangi Segala Jenis Penyakit Kanker

Brokoli, Senjata Tepat Untuk Perangi Segala Jenis Penyakit Kanker

Ada banyak jenis makanan sehat yang diyakini dapat membantu seorang penderita kanker mengatasi masalah kesehatannya itu. Namun, kebanyakan jenis makanan itu hanya sekadar agen yang membantu mengurangi atau meminimalkan keaktifan sel kanker dalam tubuh.

Brokoli, Senjata Tepat Untuk Perangi Segala Jenis Penyakit Kanker


Brokili adalah sayuran paling istimewa daripada yang lainnya. Seperti dimuat laman Mercola, berokoli memiliki kandungan sulforaphane yang telah terbukti mampu membunuh sel induk kanker dengan langsung menargetkan akar tempat tumor tumbuh dalam tubuh.

Kandungan lainnya yaitu glucoraphanin akan membantu memelihara kekebalan tubuh dari paparan zat kimia karsinogenik yang membawa kanker dengan meningkatkan aktivitas enzim yang memproduksi sel pelindung terhadap sel tubuh.

Secara garis besar, kandungan dalam brokoli dapat membantu seseorang memerangi segala jenis penyakit kanker yang diidapnya.

Studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Plos One menunjukkan salah satu buktinya adalah pria yang rutin mengonsumsi empat porsi sayuran brokoli setiap minggunya terlindungi dari kanker prostat. Mereka yang sudah menderitanya pun dikabarkan kondisinya sudah jauh membaik.

Barbara Bush, ketika masih menjadi ibu negara Amerika Serikat, aktif mengampanyekan brokoli untuk memerangi kanker, yang waktu itu banyak diderita perempuan di negaranya. Beragam penelitian tentang brokoli memang telah dilakukan, di antaranya menemukan bahwa kandungan antioksidan dalam brokoli sangat besar, sehingga mampu menekan risiko kanker.

Seperti diungkapkan badan riset makanan IRF, Inggris, brokoli memiliki unsur kimia bernama sulforaphane yang dipercaya bisa menahan efek berkelanjutan dari kanker. “Konsumsi brokoli dengan porsi besar atau brokoli dengan level sulforaphane tinggi, kemungkinan bisa lebih meminimalkan potensi kesakitan pada penderita kanker,” ucap koordinator penelitian, Prof. Richard Mithen, seperti dikutip situs BBC, baru-baru ini.

Brokoli dikenal sebagai sayuran dari keluarga sejenis kubis. Kebanyakan sayuran tersebut mengandung glucosinolates yang kadarnya cukup tinggi. Sayuran ini mengandung sulforaphane, yang dipercaya sebagai satu-satunya obat penekan penyebaran kanker dalam tubuh.

Penelitian terbaru dan lebih spesifik mampu memberikan gambaran kemampuan brokoli dalam menekan risiko beragam gangguan pencernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut. Studi tentang khasiat brokoli ini sendiri juga diklaim sebagai penelitian pertama yang dipublikasikan.

Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli mendapati fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama dua bulan dapat melindungi tubuh manusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker perut. Kandung¬an sulforaphane memicu enzim dalam perut, sehingga memberikan perlindung¬an terhadap senyawa radikal yang dapat merusak DNA dan menyebabkan peradangan.

Kandungan sulforaphane dalam kecambah brokoli segar lebih tinggi daripada brokoli yang sudah direbus terlalu matang. Artikel di jurnal Cancer Prevention Research menyebutkan, makan brokoli segar 70 gram setiap hari dapat membantu mencegah beberapa penyakit serius.

Adalah Jef Fahey, farmakolog dari Johns Hopkins School of Medicine, Amerika Serikat, yang melakukan studi tentang khasiat brokoli ini. Dari berbagai studi yang telah dilakukan sebelumnya, brokoli dikenal mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin A, C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamide, kalsium, betakaroten, dan glutation. Brokoli juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforaphane, dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.

Dalam penelitian tersebut 25 orang yang terinfeksi Helicobacter pylori oleh periset diberi 70 gram brokoli selama 2 bulan, sedangkan 25 orang yang terinfeksi bakteri yang sama hanya menjalani pola makan biasa. Sebelumnya para periset telah mengetahui bahwa dosis 70 gram cukup untuk mening¬katkan enzim pelindung tubuh.

Hasilnya? Para ahli mendapati bakteri Helicobacter pylori yang mengendap di dalam lambung dan usus dua belas jari berkurang, ditandai dengan tingkat infeksi dan peradangan yang juga berkurang. Sebaliknya, bakteri yang ada di perut sukarelawan dengan pola makan biasa jumlahnya tetap. Dari hasil ini para ahli menyimpulkan bahwa konsumsi 70 gram brokoli menurunkan kemungkinan untuk terkena maag, infeksi perut, dan kanker.

“Hasil studi ini memperkuat pendapat bahwa brokoli juga mampu mencegah kanker pada manusia. Tidak hanya manjur mencegah kanker pada binatang seperti yang selama ini dilakukan di laboratorium,” ungkap Fahey.

Peneliti juga berharap hasil studi ini mampu meminimalkan risiko terserang kanker perut, yang di dunia menjadi penyakit kanker nomor dua yang mematikan.

Penelitian sebelumnya tentang brokoli juga dilakukan oleh farmakolog dari Johns Hopkins School of Medicine, Paul Talalay. Disebutkan bahwa sulforaphane yang terdapat pada brokoli diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di hati.

Menurut Talalay, enzim tersebut berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan mengeluarkannya dari sel. Dalam penelitian lanjutan diketa¬hui bahwa sulforaphane ini dapat mencegah pembentukan kanker payudara.

Hasil beberapa penelitian, zat-zat yang terkandung dalam brokoli diyakini mampu meredam pertumbuhan kanker paru, kolon, kelenjar susu, serta kandung kemih pada hewan percobaan.
Dalam situs Wikipedia disebutkan, selain brokoli, sayuran sawi-sawian seperti kubis, bunga kol, lobak, sawi, dan petsai juga banyak mengandung sulforaphane. Namun, sulforaphane paling banyak ditemukan dalam brokoli. Masih menurut situs tersebut, berdasarkan penelitian epidemiologi, mengonsumsi sayur¬ sawi-sawian dapat mengurangi risiko terkena kanker.

Uji coba yang dilakukan pada hewan juga menunjukkan bahwa sayuran sawi-sawian mampu mengurai frekuensi, ukuran, dan jumlah sel tumor. Ketika sel kanker menyerang, tubuh akan mempro¬duksi enzim yang disebut fase II.

Sulforaphane juga dapat menghambat secara ekstra sel, intra sel, dan antarsel dalam mencegah resistensi antibiotik Helicobacter pylori dan induksi benzo-a-pyrene, yang bisa menyebabkan tumor pada perut.

Untuk memaksimalkan manfaat sulforaphane dalam brokoli sebenarnya gampang saja. Pilihlah brokoli yang segar dengan warna hijau kuat.

Selain dikonsumsi langsung dalam bentuk segar sebagai lalapan, bisa juga dicampur sayuran dan buah lain sebagai salad. Brokoli segar juga dapat dijadikan jus dengan bahan tunggal maupun gabungan bahan lain.

Jika memungkinkan, pilihlah brokoli organik. Jika tidak, sebaiknya Anda mencucinya lebih dulu dengan air dan soda kue alami, agar terbebas dari kimia pupuk dan insektisida. Tanpa itu, usaha sehat bisa sia-sia karena Anda akan banyak mengonsumsi zat kimia pemicu kanker.

Siapa sangka brokoli dapat menjadi Obat Tradisional Penyakit Kanker Terbaik. Jika Anda sudah mengetahui manfaat luar biasa dari sayuran tersebut, tentunya Anda tidak malas lagu kan untuk mengkonsumsinya.

Sumber : http://health.liputan6.com

Kamis, 02 Maret 2017

Cara Mengobati Luka Pada Penderita Diabetes Basah

Cara Mengobati Luka Pada Penderita Diabetes Basah

Diabetes, sering disebut oleh dokter sebagai diabetes mellitus, menggambarkan sekelompok penyakit metabolik di mana seseorang memiliki gula darah tinggi, baik karena produksi insulin tidak memadai, atau karena sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin, atau bahkan keduanya. Pasien dengan gula darah tinggi biasanya akan mengalami poliuria (sering buang air kecil), mereka akan menjadi mudah haus (polidipsia) dan lapar (polifagia).

Kencing manis (diabetes mellitus) digolongkan sebagai gangguan metabolisme. Metabolisme mengacu pada cara tubuh kita menggunakan makanan yang dicerna untuk digunakan sebagai energi dan pertumbuhan. Sebagian besar dari apa yang kita makan dipecah menjadi glukosa. Glukosa adalah suatu bentuk gula dalam darah yang merupakan sumber utama energi bagi tubuh kita.

Ketika makanan kita dicerna, glukosa akan masuk ke dalam aliran darah kita. Sel-sel kita menggunakan glukosa untuk energi dan pertumbuhan. Namun, glukosa tidak bisa masuk tanpa kehadiran insulin - insulin memungkinkan sel-sel kita untuk mengambil glukosa.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas. Setelah makan, pankreas otomatis melepaskan jumlah insulin yang cukup untuk memindahkan glukosa dalam darah ke dalam sel, segera setelah glukosa memasuki sel, tingkat glukosa dalam darah akan turun.

Seseorang dengan diabetes memiliki kondisi di mana jumlah glukosa dalam darah terlalu tinggi (hiperglikemia). Hal ini karena tubuh tidak memproduksi cukup insulin, tidak menghasilkan insulin, atau memiliki sel-sel yang tidak merespon dengan baik terhadap insulin yang diproduksi pankreas. Hal ini menyebabkan penumpukan glukosa di dalam darah. glukosa dalam darah berlebih ini akhirnya keluar dari tubuh bersama urin. Jadi, meskipun darah memiliki banyak glukosa, sel-sel tidak dapat menggunakannya untuk energi dan pertumbuhan.

Komplikasi terkait dengan buruk dikontrol diabetes

Di bawah ini adalah daftar kemungkinan komplikasi yang dapat disebabkan oleh diabetes terkontrol buruk:

  • Komplikasi mata - glaukoma, katarak, retinopati diabetes, dan beberapa masalah lainnya.
  • komplikasi Kaki - neuropati, bisul, dan kadang-kadang gangren yang mungkin mengharuskan kaki diamputasi
  • Komplikasi kulit - orang dengan diabetes lebih rentan terhadap infeksi kulit dan gangguan kulit
  • Masalah jantung - seperti penyakit jantung iskemik, ketika pasokan darah ke otot jantung berkurang
  • Hipertensi - umum pada orang dengan diabetes, yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, masalah mata, serangan jantung dan stroke
  • Kesehatan mental - diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko menderita depresi, kecemasan dan beberapa gangguan mental lainnya
  • Gangguan pendengaran - pasien diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah pendengaran
  • Penyakit gusi - ada prevalensi lebih tinggi dari penyakit gusi di antara pasien diabetes
  • Gastroparesis - otot-otot perut berhenti bekerja dengan benar
  • Ketoasidosis - kombinasi dari ketosis dan asidosis; Akumulasi badan keton dan keasaman dalam darah.
  • Neuropati - diabetes neuropati adalah jenis kerusakan saraf yang dapat menyebabkan beberapa masalah yang berbeda.
  • HHNS (hiperosmolar Hiperglikemi nonketotic Syndrome) - kadar glukosa darah melonjak terlalu tinggi, dan tidak ada keton hadir dalam darah atau urine. Ini adalah kondisi darurat.
  • Nefropati - tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal
  • PAD (penyakit arteri perifer) - gejala termasuk nyeri di kaki, kesemutan dan kadang-kadang terjadi masalah berjalan.
  • Stroke - jika tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar glukosa darah tidak terkontrol, risiko stroke meningkat secara signifikan
  • Disfungsi ereksi - impotensi pria.
  • Infeksi - orang dengan diabetes terkontrol buruk jauh lebih rentan terhadap infeksi
  • Penyembuhan luka - proses penyembuhan luka dan lesi memakan waktu lebih lama 

Gejala umum dari diabetes

Tanda-tanda dan gejala diabetes yang paling umum adalah:
  • Sering buang air kecil
Apakah baru-baru ini Anda pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya? Apakah Anda melihat bahwa Anda menghabiskan sebagian besar hari untuk pergi ke toilet? Ketika ada terlalu banyak glukosa (gula) dalam darah Anda, Anda akan buang air kecil lebih sering.

Jika insulin Anda tidak efektif, atau tidak ada sama sekali, ginjal tidak dapat menyaring glukosa kembali ke dalam darah. Ginjal akan mengambil air dari darah Anda untuk mencairkan glukosa - yang pada gilirannya akan mengisi kandung kemih Anda.
  • Haus yang berlebihan
Jika Anda buang air kecil lebih dari biasanya, Anda akan perlu mengganti cairan yang hilang. Anda akan minum lebih banyak dan lebih sering dari biasanya.
  • Mudah lapar
Sebagai insulin dalam darah Anda tidak bekerja dengan baik, atau tidak ada sama sekali, dan sel-sel Anda tidak mendapatkan energi, tubuh Anda mungkin bereaksi dengan mencoba untuk menemukan lebih banyak energi dari makanan sehingga Anda akan mudah lapar.
  • Penurunan berat badan yang drastis
Ini lebih umum pada orang-orang dengan Diabetes Tipe 1. Jaringan otot dan lemak akan dipecah untuk energi. Sehingga penurunan berat badan terjadi lebih cepat.
  • Mudah lelah
Jika insulin tidak bekerja dengan baik, atau tidak ada sama sekali, glukosa tidak akan memasuki sel-sel tubuh dan tidak menyediakan mereka dengan energi. Ini akan membuat Anda merasa lelah dan lesu.
  • Mudah marah
Iritabilitas bisa karena kurangnya Anda energi.
  • Penglihatan kabur
Hal ini dapat disebabkan oleh jaringan yang ditarik dari lensa mata Anda. Hal ini mempengaruhi kemampuan mata Anda untuk fokus. Dengan pengobatan yang tepat ini dapat diobati. Ada kasus yang parah di mana kebutaan atau masalah penglihatan berkepanjangan dapat terjadi.
  • Luka dan memar tidak mudah sembuh
Apakah Anda menemukan luka atau memar yang memakan waktu yang lebih lama dari biasanya untuk menyembuhkan? Ketika ada lebih banyak gula (glukosa) dalam tubuh Anda, kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dapat dirusak.
  • Lebih mudah terkena infeksi
Ketika ada lebih banyak gula dalam tubuh Anda, kemampuannya untuk pulih dari infeksi semakin menurun. Wanita dengan diabetes merasa sangat sulit untuk pulih dari masalah kandung kemih dan infeksi vagina.
  • Gatal pada kulit
Perasaan gatal pada kulit Anda kadang-kadang gejala diabetes.
  • Gusi merah dan / atau bengkak
Jika gusi Anda lembut, merah dan / atau bengkak ini bisa menjadi tanda diabetes. Gigi Anda bisa menjadi longgar karena gusi terlepas dari gigi dan dapat mengalami infeksi.
  • Disfungsi seksual pada laki-laki
Disfungsi ereksi dapat menjadi salah satu gejala dari diabetes.
  • Mati rasa atau kesemutan, terutama di kaki dan tangan
Jika ada terlalu banyak gula dalam tubuh, saraf Anda bisa menjadi rusak. Anda mungkin akan mengalami kesemutan dan / atau mati rasa di tangan dan kaki. Baca Juga : Obat Luka Diabetes Basah

Cara Mengobati Luka Pada Penderita Diabetes Basah